Melibatkan
Masyarakat Dalam Penelitian Tindakan
A. Community/Masyarakat
Menurut Soedono Soekanto community dapat diartikan
sebagai “masyarakat setempat” yang menunjuk pada warga-warga sebuah
desa,kota,suku atau bangsa.Yang dmaksud dengan masyarakat setempat adalah
mereka anggota suatu kelompok baik besara maupun kecil yang hidup bersama
sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut memenuhii
kepentingan-kepentingan hidup.Kebutuhan atau kepentingan hidup seseorang tidak
selamanya bisa terpenuhi hanya dalam satu kelompoknya saja, tetapi juga
terkadang membutuhkan bantuan dari kelompok yang lain oleh karena itu antara
satu kelompok dengan kelompok yang lain dibutuhkan yang namanya relathionship.Jadi dapat disimpulkan
bahwa yang namanya masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial
yang ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu.
a). Latar belakang timbulnya
suatu community
Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang munculnya
community, yaitu :
1.
Adanya suatu interaksi yang lebih besar
diantara anggota-anggota yang bertempat tinggal di satu tempat daerah dengan
batas-batas tertentu.
2.
Adanya norma sosial didalam masyarakat.
3.
Adanya ketergantungan antara kebudayaan
dan masyarakatyang bersifat normatif
b). Ciri-ciri community
Didalam community ditandai dengan adanya hubungan sosial
antara anggota-anggota kelompok masyarakat tersebut, adapun ciri-ciri community
adalah sebagai berikut :
1.
Adanya daerah/batas tertentu.
2.
Adanya manusia yang bertempat tinggal.
3.
Adanya kehidupan masyarakat.
4.
Adanya hubungan sosial antara anggota
kelompoknya.
Selain ciri-ciri yang
ada diatas Mac iver dan Charle H Pale menambahkan ciri-ciri community yaitu A
common life dan Community centiments yang mencakup unsur
seperasaan,sepenanggungan dan saling membutuhkan.
c). Komponen-komponen
dalam community
Komponen-komponen yang ada didalam community adalah
sebagai berikut :
1.
Masyarakat sebagai kelompok atau
himpunan oarang-orang.
2.
Kebudayaan sebagai alat pemuas
kebutuhan.
3.
Kekayaan alam sebagai sumber-sumber
materi bagi kelangsungan hidup.
Secara garis besar
community dapat dibagi menjadi dua yang terdiri dari :
1).Masyarakat sederhana
Dalam konteks ini masyarakat sederhana dilihat dari
organisasinya yang masih sederhana dan tersebarnya penduduk secara tidak
merata.Kecilnya masyarakat ini disebabkan karena lambatnya perkembangan
teknologi di daerah tersebut, hubungan yang lambat dengan kelompok lainsemakin
memperkecil ruang lingkup masyarakat tersebut, berpindah pindahnya masyarakat
dalam bertempat tinggal juga bisa masuk sebagai penyebabnya.Sosialisasi dengan
individu lebih mudah karena hubungan yang erat antar individu ,kesetiaan dan
pengabdian terhadapa kelompok sangat kuat karena hidupnya tergantung pada
kelompoknya bahkan tidak jarang mereka menganggap bahwa mereka semua adalah
bersaudara.
2). Masyarakat modern
a).Masyarakat pedesaan (Rural community) :Dalam
masyarakat pedesaan hubungan antar anggota terjalin erat dan lebih mendalam
dari pada hubungan mereka dengan masyarakat desa lainya.Sistem kehidupan biasanya
berkelompok berdasarkan kekeluargaan yang hidup sebagian besara dari hasil
pertanian, cara bertaninya pun masih tradisional karena mereka belum mengenal
mekenisme dalam pertanian.Dalam masyarakat desa golongan orang tua atau sesepuh
biasanya memegang peranan yang penting.Kesukaran dari masyarakat desa adalah
mereka sangat berpegang teguh pada tradisi sehingga sulit untuk mengadakan
perubahan yang nyata.
b). Masyarakat perkotaan (Urban community) :Dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat kota berbeda dengan masyarakat desa. Jika dalam
masyarakat desa lebih mengutamakan kebutuhan pokok maka masyarakat kota lebih
mengutamakan kebutuhan yang bisa di pandang oleh masyarakat
sekitarnya.dimasyarakat kota makanan dinilai sebagai alat untuk memenuhi
kebutuhan sosial beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota adalah
sebagai berikut :
Ø Kehidupan
keagamaan kurang dibandingkan dengan di desa
Ø Orang
kota biasanya tidak bergantung pada orang lain
Ø Pembagian
kelas di kota lebih nyata dan tegas
Ø Biasanya
selalu menggunakan pikiran yang rasional
Ø Adanya
pembagian waktu yang jelas karena banyaknya kegiatan yang dikerjakan
Ø Perubahan
–perubahan sosial nampa dengan nyata
B. Faktor-Faktor Yang
Harus Diperhatikan Ketika Melibatkan Masyarakat Dalam Penelitian
a). Fenomena
Dalam penelitian ada dua epistimologi/pandangan yang
mendominasi yaitu pandangan positivisme
yang menekankan pada objektivitas,pengukuran,eksperimen dan uji hipotesis untuk
menentukan sebab akibat serta menemukan aturan yang dapat di aplikasikan di
berbagai tempat, dan yang kedua adalah pandangan contextualis yang menekankan suatu hubungan antara peneliti dan
partisipan dan pemahaman tentang sesuatu hal.Pandangan ini juga lebih
mengutamakan arti suatu peristiwa yang dialami orang dari pada penyebab prilaku
atau kondisi mereka.Selain dua pandangana diatas ada juga pandangan yang lain
yaitu pandangan dialectical, pandanagan
ini lebih mengasumsikan pada suatu sudut pandang dari isu-isu yang
ada,menetapkan dasar pikiran yang tegas dan eksplisit yang meliputi pelaksanaan
penelitian yang jujur dan dapat dipercaya namun tetap disusun dalam satu
kummpulan asumsi.eristik individual.
b). Ekologis
Tingkatan analisis dalam penelitian dalam penelitian
masyarakat meliputi individu,mikrosistem,organisasi,tempat/focus, populasi dan
makrosistem.Berpikir dalam tingkatan analisis akan melibatkan studi terhadap
iklim sosial, dinamika kelompok atau berbagai setting yang mempengaruhi
masyarakat daripada karakteristik individual.
c). Budaya
Ada dua asumsi umum yang harus diknfrontasikan untuk
melaksanakan penelitian masyarakat yang pertama adalah asumsi tentang
homogenitas populasi yang mengabaikan perbedaan diantara individu atau sub grup
dalam suatu budaya dan yang kedua asumsi tentang ekuivalensi metodologis yang
mengabaikan perbedaan arti dan validitas instrumen dan metode penelitian dalam
budaya yang berbeda-beda.
C. Melaksanakan
Penelitian Masyarakat
Dalam penelitian masyarakat seorang peneliti
memungkinkkan untuk melibatkan warga dalam mengambil keputusan tentang objek penelitian.Ada
lima prinsip dasar dalam kesatuan penelitian masyarakat.
1). Penelitian
masyarakat merupakan stimulus yang diperlukan masyarakat
2). Penelitian
masyarakat merupakan perubahan sumber daya
3). Penelitian
masyarakat merupakan suatu alat untuk tindakan sosial
4). Evaluasi tindakan
sosial merupakan imperative etis
5). Penelitian
masyarakat menghasilkan sesuatu yang berguna untuk masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar